3 Kiat Meraih Cinta Islami Yang Fleksibel

Cinta Islami
Apa sih maksud cinta islami? Bukankah cinta adalah kesucian dan kesucian termasuk dalam unsur islami? Secara pengertian yang sudah berkembang, cinta islami adalah mencari pasangan alias kekasih dengan dasar-dasar syareat sampai menuju ijab-qobul.

Ada pemahaman cinta islami karena ada kasus mengenai cinta yang sudah diperlakukan dengan cara yang tidak islami. Memenuhi kebutuhan cinta pada sang target dengan cara pacaran. Ini secara Islam perlu dibenarkan sehingga memunculkan pemahaman cinta islami. Artinya, langsung menikah untuk berproses saling mencintai. Bukan langsung mencintai untuk berproses saling menikahi.

Cinta islami sebenarnya sederhana. Tidak perlu banyak menulis yang bermacam-macam. Namun demi untuk membuka pemikiran mengenai pentingnya cinta secara islami maka perlu penjelasan.
Cinta islami adalah mencari pasangan dengan jalur ta’aruf, saling memperkenalkan keluarganya dan menikah. Dalam ta’aruf, tidak dianjurkan untuk berlama-lama ta’aruf sampai keasyikan jalan-jalan dan berbagai macam. Tentu bila kasusnya mengarah pada tanda-tanda pacaran maka ini bukan lagi islami. Ta’aruf dalam batas syariat yang perlu diperhatikan. Sederhana saja arti cinta islami.

Ada seorang ustad berta’aruf dengan seorang gadis. Bahasanya si bagus, ta’aruf. Karena dianggap ta’aruf menurut lidah orang yang sedang kasmaran, maka orang tua mengijinkan anaknya jalan berduaan dengan sang ustad. Orang tua meyakini kalau sang ustad tidak akan berbuat macam-macam. Ujung-ujungnya si gadis telat tiga bulan :-) Mengerti kan maksudnya?

Syetan tidak melihat siapa orang yang dimaksud, entah ustad, kiai atau pejabat. Yang syetan lihat adalah tentang sikap orang sekarang ini, tentang syareat atau maksiat. Bila ta’aruf namun dalam kenyataan mengarah pada ta’aruf kemaksiatan maka sudah menjadi santapan syetan untuk menggoda orang pacaran sampai ke liang zina.

Untuk itu perlu memahami cinta islami dengan benar. Tidak perlu banyak teori. Langsung praktek. Namun tidak jarang proses cinta islami dilakukan dengan cara kaku. Sering justru melanggar hak orang lain secara unsur kemanusiaan.

Berikut yang penting dilakukan seseorang dalam meraih cinta islami yang fleksibel dan diterima:

1.    Mengetahui status sang bakal calon

Ini era pacaran. Walau sebagian orang tidak menyetujui tentang pacaran namun banyak orang yang menyukai tentang pacaran. Sehingga bila anda ingin melamar seorang, alangkah baiknya menanyakan hal ini terlebih dahulu.

Ada dua sikap yang perlu dilakukan yaitu mundur atau maju. Ya, dua sikap walau niat anda ingin melakukan secara islami.

Bila memang seorang yang anda incar sudah memiliki pacar, maka jangan memaksanya agar mau memberikan kesempatan kepada anda untuk proses ta’aruf. Kecuali bila memang ia memiliki keraguan terhadap pacarnya dan menginginkan seseorang yang lebih baik lagi. Anda bisa maju bila ia ragu terhadap pacarnya.

Bila memang seseorang tidak punya pacar, maka ini kesempatan emas untuk mendatangi orang tuanya agar diterima proses ta’arufnya. Anda bisa menanyakan  mengenai niat anda yang ingin berta’aruf dengannya dan keluarganya. Bila memang memberikan kesempatan untuk datang, ini langkah yang tepat untuk proses lebih dalam menggapai cinta islami.

2.    Sedikit obrolan mengenai hal-hal yang penting

Anda bisa saja menaksir seorang teman lama yang berada di daerah yang jauh. Kebetulan anda belum tahu rumahnya. Anda hanya tahu daerahnya. Maka anda bisa mendalami informasi dengan sang target. Bicarakan saja dengan pembicaraan yang wajar sesuai niat ingin melamar. Karena bila tidak tahu persis rumahnya maka akan bingung mencarinya.

Bisa saja anda melakukan obrolan mengenai kuliah dan pekerjaan. Tingkat berapa, semester berapa, kerja apa dan lainnya. Hal ini bertujuan sebagai awal membuat perencanaan ke depan setelah diterima lamarannya. Karena bila anda mengetahui kuliahnya, pekerjaannya, dan kesibukan lainya maka anda sudah punya gambaran.

Intinya, membuat obrolan yang kepentingannya sebagai kesiapan anda mendatangi sang target untuk berta’aruf. Rencana berta’aruf saja perlu kesiapan apalagi menjalani proses ta’atuf.

Banyak orang yang gagal dalam proses ta’aruf karena memang belum ada gambaran awal mengenai sang target.

Namun berbeda bila sang target adalah tetangga sebelah atau masih kerabat dekat atau agak dekat. Intinya yang sudah saling kenal, baik bersama sang target atau sesama orang tua. Maka bila kasusnya seperti ini, boleh-boleh saja langsung ke proses pinangan tanpa obrolan terlebih dahulu.

3.    Jalani proses ta’aruf dengan lebih dalam yang melibatkan keluarga sang target

Sering saat sudah terjalin ikatan tunangan alias proses ta’aruf, lupa lagi mengenai hakekat ta’aruf secara islami untuk meraih cinta islami. Bisa jadi banyak yang hanya memanfaatkan jalur ta’aruf sebagai jalur resmi agar tidak mudah direbut orang lain. Setelah diterima, maka proses ta’aruf kembali ke jalan pacaran seperti jalan berduaan. Tidak sah lagi cinta islami seperti ini.

Untuk itu, dalam proses ini selalu melibatkan keluarga, baik orang tua atau saudara kandung. Bila memang mau membeli sesuatu bersama sang calon, misal mas kawin atau keperluan pernikahan lainnya maka bisa melibatkan keluarga sebagai pendamping dari si calon.

Tentunya, berbicara lewat Hp, banyak SMS-an, Facebook-an yang hanya melibatkan kedua pasangan maka lebih baik untuk dikurangi dan benar-benar harus serius mengurangi. Karena ini sudah dalam jalur dua-duaan. Orang tua atau saudara kandung tidak tahu kan mengenai pembicaraannya?

Memang terlihat kaku. Namun ada jalan yang lebih bermakna. Dan ini cukup memberikan efek kecocokan untuk menikah namun tidak membuat nafsu menjadi bangkit. Yaitu saling memberikan tulisan yang bermanfaat dan dikirim lewat Facebook atau SMS. Kalimat yang tidak mengajak untuk berkomunikasi. Tulisan yang dimaksud adalah tentang prosek ke depan mengenai keluarga. Hal ini penting!

Dengan cara seperti di atas, maka akan lebih mudah meraih cinta islami secara fleksibel. Semoga bermanfaat!


gambar-gambar cinta

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya