Putus Cinta Menyakitkan, Putus Pacar?

Putus cinta menyakitkan? Banyak orang yang menyukai cinta bersatu, namun jarang orang menyukai cintanya terputus. Termasuk anda dan saya adalah orang yang ingin rasa cinta pada lawan jenis bersatu dalam ikatan suci atau minimal sekedar pacaran.

Mutiara Kata Cinta, Putus Cinta

Kata orang, putus cinta memang menyakitkan. Coba perhatikan kata-katanya. Putus dan cinta. Lalu digabungkan dengan kesatuan kata menjadi “putus cinta”. Bila cinta putus, berarti kita tidak bisa mencintai siapa pun dong? Wah! Lalu kenapa sampai bisa menyakitkan? Apakah cintanya itu melepaskan diri dari hati jadi terasa menderita?

Memang kata putus cinta, jatuh cinta, patah hati dan sebutan lain tentang cinta yang tidak sesuai makna rill adalah sebuah kata majas. Putus cinta artinya putus dari pacar atau lainnya. Memang sudah menjadi kalimat yang maklum disebut dibanyak pembahasan.

Tapi sekarang saya akan memberikan pemahaman yang berbeda mengenai putus cinta. Tujuannya adalah untuk membesarkan hati anda yang sedang parah hati karena putus cinta. Yaps, saya akan mencoba menterapi hati anda yang sedang galau karena cinta.

Menurut saya, kita jangan mau putus cinta. Anda harus berusaha mempertahankan cinta dari hati anda. Putus cinta benar-benar menyakitkan. Kesannya saya memaksakan anda nih... Tapi, tunggu dulu. Maksud putus cinta yang dilarang adalah benar-benar putus dari yang namanya “cinta”. Coba bagaimana rasanya putus cinta yang sesungguhnya? Belum pernah kan? Karena cinta adalah fitrah manusia. Bila putus dari cinta, matilah hati manusia.

Tapi bagaimana bila putus pacar? Putus cinta memang menyakitkan. Dan bisa tidak mengatakan putus pacar tidak menyakitkan? Bisa dong?

Saya akui, orang yang sedang jatuh cinta ibaratnya orang yang terkena anak panah dan menancap dalam hatinya. Semakin dalam cintanya maka semakin dalam pula anak panah yang menancap dalam hati. Anak panah itu adalah orang yang dicintai. Bila memang anak panah kita lepas alias diputuskan dalam hati maka sakitlah hati. Hati akan terluka.

Namun, apakah selalu sakit hati bila hati terputus dari anak panah dalam diri kita? Bukankah lepas dari anak panah juga bisa tidak sakit setelah sakit akibat anak panahnya terputus dalam hati kita?

Coba pikirkan secara logika. Orang terkena anak panah. Anak panah masih menempel dalam daging tubuhnya. Apakah orang itu akan terus-menerus mempertahankan anak panah? Justru sakit kan? Dan apabila dicabut pun akan terasa sakit walau tidak dibiarkan sakit. Ujung-ujungya sembuhkan?

Jadi apa maksudnya? Maksudnya adalah janganlah putus cinta. Namun siapkah untuk putus dengan pacar? Sengaja saya pisahkan antara putus cinta dengan putus pacar. Untuk apa? Lagi-lagi untuk terapi hati untuk orang yang sedang putus cinta.

Biarkan pacar anda yang putus dari anda namun bukan cinta anda yang putus pada mantan pacar. Ini mengandung “kalimat keikhlasan” bahwa anda harus siap putus dan siap bersatu. Namun, biarlah hak cinta pada mantan pacar tetap ada dalam hati anda. Cinta datang tak diundang dan pergi pun tak diantar. Biarlah cinta yang hadir dalam hati dalam keadaan apa adanya walau anda sedang putus dengan pacar.

Banyak orang yang ketika sudah jatuh cinta maka tidak siap untuk putus cinta. Ingin selalu bersatu. Memang hal yang wajar. Namun, perlu juga meningkatkan drajat kecintaan kita. Drajat kecintaan yang lebih menekankan ketulusan/keiikhlasan cinta. Sehingga seiring hadirnya cinta ada kesiapan bila terjadi putus cinta.

Bila anda putus dengan pacar, bukankah tidak harus menghilangkan cinta sang mantan dalam hati anda? Biarkan cinta pada kekasih anda tertanam dalam hati selagi yang dicintai belum dimiliki kekasih yang sah. Biarpun, dalam kenyataan anda sudah putus dengan sang pacar. Hal ini untuk terapi hati anda akibat putus anak panah dari hati anda.

Keikhlasan cinta ibaratnya adalah minyak oli yang melicinkan ketika terjadi putus cinta dengan anak panah alias kekasih. Walau sakit, namun tidak terlalu sakit akibat terlepas dari kekasih.

Justru sulit melupakan rasa sakit hati bila anda justru berusaha keras ingin melupakan rasa sakit hati akibat sang pacar. Nikmati saja putus cinta dengan sang pacar. Bisa melupakan atau tidak kisah menyakitkan, toh anda tetap menikmatinya. Karena, apalah arti putus sama pacar. Banyak pacar-pacar yang lain... tetapi keikhlasan cinta anda tidak ada dimana-mana kecuali di hati anda sendiri.

gambar-gambar cinta

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya