Mengatasi Cinta Buta Tanpa Paksaan

Cinta Buta
Cinta buta. Cinta yang membuat seseorang seperti kehilangan akal sehat. Wajah jelek terlihat cantik karena memang cinta sudah membutakannnya. Memiliki akhlak buruk terlihat baik karena memang cinta sudah membutakannya.

Sebenarnya cinta buta tidak membuat dirinya buta sesungguhnya. Tetapi karena hawa nafsu menguasai dirinya sampai-sampai tidak berpikir panjang dan tidak mau memikirkan. Dalam hal ini adalah berbicara pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar bertindak tanpa perlu pemikiran pikiran sadar alias logika. Sehingga muncullah istilah buta. Kalau bertindak sesuatu dengan cinta tanpa berpikir secara logika maka muncullah istilah cinta buta.

Point penting yang perlu diperhatikan dalam cinta buta adalah pengaruh kekuatan pikiran bawah sadar alias kekuatan perasaan. Rata-rata yang sering mengalami cinta buta adalah wanita. Kenapa? Nah, karena wanita terlalu condong berpikir dengan perasaan. Sehingga, cukup diberikan sentuhan berbau perasaan maka sudah lemah logika wanita.

Betapapun banyak orang yang menasehati si wanita tentang pria yang dicintainya tetap saja tidak mau mendengar dan berpikir karena unsur perasaan sudah dikuasai oleh orang yang dicintainya.

Jarang pria mengalami cinta buta. Jarang. Apa yang dilakukan si pria, entah membela mati-matian atau tidak pada seorang yang dicintainya, tetap saja berdasarkan unsur logika.

Jangan dianggap cinta buta pada pria yang benar-benar perhatian dan rela berkorban untuk wanita yang dicintainya. Karena memang pria sudah tahu mengenai si wanita berdasarkan unsur logika. Jadi pantas untuk diperjuangkan. Karena cinta buta adalah “Tidak peduli apa dan bagaimana, yang penting aku cinta” sampai-sampai tidak melibatkan logika.

Cinta buta juga bisa diartikan hanyut dalam cinta sehingga lupa kebaikan lain yang harus dilakukan. Lupa makan, lupa solat, lupa lainnya karena terlalu asik menikmati cinta. Intinya adalah hanyut dalam cinta yang membuat kebaikan lain disepelekan. Maka ini pun masuk dalam pengaruh pikiran bawah sadar yang sudah dimasuki unsur kecintaan.

Lalu bagaimana mengatasi cinta buta khususnya untuk mengatasi cinta buta wanita? Bila berkaitan dengan logika maka pakai sesuatu yang berlogika seperti menasehati dan informasi-informasi yang meyakinkan. Namun bila berkaitan dengan perasaan maka perlu bermain dengan perasaan lagi.

Berikut langkah praktis yang perlu dilakukan untuk mengatasi seseorang yang sedang mengalami cinta buta:

1.    Menyadari bahwa kebaikan karena cinta belum tentu benar

Memang cinta adalah memberikan kebaikan. Namun dalam hal ini masih bersifat umum. Kebaikan seseorang berbeda dengan kebaikan orang lain. Bisa saja memberikan kado spesial dari uang hasil mencuri adalah sebuah kebaikan. Padahal kebaikan yang salah. Bisa saja memberikan kerelaan untuk dicium dan lebih dari itu walau belum menikah adalah bentuk kebaikan. Tetap, yang salah adalah salah.

Cinta adalah memberikan kebaikan. Kebaikan menjadi unsur perasaan yaitu perasaan baik. Namun perasaan baik belum tentu benar. Jadi yang perlu disadari dalam memberikan kebaikan yang sesungguhnya memberikan kebaikan yang benar. Bila masuk dalam pembahasan pemberian kebaikan yang benar maka sudah urusan hukum, dalam hal ini salah satunya agama.

Sekarang harus jujur menjawab, pacaran benar atau tidak? Benar secara hukum negara namun salah dalam hukum agama Islam. Sehingga orang yang menilai kebaikan cinta berdasarkan hukum pun ada tingkatannya. Bila ingin tingkat tinggi maka harus menjawab bahwa pacaran adalah salah karena melanggar hukum agama Islam.

Bila ada pria yang mau mengajak kebaikan dalam pacaran pada wanita maka wanita perlu menolak walau sangat mencintainya. Karena sadar bahwa kebaikan pacaran yang diberikan merupakan kebaikan yang salah. Jangan sampai mengalami cinta buta.

Namun bagaimana bila terlanjur jatuh cinta sampai pacaran?

2.    Lakukan terapi kesadaran agar menerima kebenaran pada kebaikan cinta

Wanita terdekat anda mungkin ada yang sedang galau karena menghadapi tekanan dari keluarganya. Si wanita sedang jatuh cinta sama pria lewat jalur pacaran. Namun keluarga menolak karena ternyata pria itu penjahat wanita dan banyak keburukan lainnya. Namun wanita itu tetap kekeh mempertahankan cintanya karena memang sudah cinta buta.

Maka kasus seperti ini bukan lagi masalah logika. Sudah masuk wilayah perasaan. Tidak mempan dinasehati dan bahkan di hukum berat sekalipun. Kalaupun menuruti maka membuat hati terpukul berat yang justru bisa memunculkan hati dendam pada orang yang melarang hubungannya.

Maka langkah yang bagus adalah jangan bicara pelarangan pacaran. Ajak ngobrol, hiburan dan lainnya yang lebih bersifat menenangkan pikiran dan perasaan. Namun tidak hanya si wanita saja yang harus tenang, si pihak keluarga pun harus tenang.

Bila sudah tenang, nasehati yang benar. Bila memang wanita tidak mau putus dengan pacaranya maka bisa minta kesempatan agar wanita menuruti aturan-aturan yang setidaknya tidak seperti dulu. Aturan yang lebih menjaga wanita.

Unsur doa juga penting. Doa hati yang tenang lebih mudah terkabul. Maka berdoalah dalam kondisi yang tenang. Karena hati yang tenang bisa membuat ikhlas dalam berdoa. Ikhlas dalam berdoa adalah menyerahkan semua permasalahan pada Tuhan.

3.    Ikhlaskan dan serahkan segala permasalahan pada Tuhan

Sadari juga bagi pihak yang ingin menyadarkan seseorang dari cinta buta. Sadari bahwa yang sedang dihadapi adalah ujian. Seberapa ikhlaskah menghadapi ujian? Seberapa butuh pada kuasa Tuhan atas masalah yang sedang dihadapi?

Sadari juga, pentingkah menghilangkan cinta buta pada seseorang? Benar-benar pentingkah? Jangan-jangan kita sendiri yang buta sampai-sampai mau menghancurkan hubungan percintaan seseorang.

Kalaupun penting dan sangat penting karena memang masalahnya menikah pada orang yang berbeda agama, tetap jalur yang kita tempuh adalah usaha terus-menerus. Itu saja. Bila ternyata terjadi pernikahan, maka tetap usaha harus tetap dilakukan.

Bila sudah begitu, tentu yang kita lakukan adalah mengikhlaskan segala urusan pada Tuhan.

Namun jalur keputusan ada pada Tuhan. Ikhlaskan dan serahkan saja semua pada Tuhan. Dan yang penting, Tuhan mengerti apa yang kita mau. Jangan karena cinta buta seseorang membuat kita menjadi buta juga akan kebenaran.


gambar-gambar cinta

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya