Tips Cinta Beda Agama Tanpa Menikah

Cinta Beda Agama
Sekarang ini menjamur orang yang mencintai seseorang yang berbeda agama yaitu setelah menjamurnya kampanye “Pluralisme Agama”. Kita tidak perlu menyetetujui pluralisme agama walau kita menyetujui cinta beda agama. Cinta memang fitrah yang tidak bisa ditentukan aturan kecintaannya. Dalam hal kebebasan cinta, kita tidak bisa menolak adanya cinta beda agama.

Namun, dalam hal ini adalah berbicara cinta beda agama bukan pernikahan beda agama. Orang bebas mencintai siapa saja sekalipun berbeda agama. Namun disisi lain kita pun paham bahwa cinta tidak harus memiliki. Sehingga, bila kita mencintai orang yang berbeda agama maka tidak mesti harus menuntut dipenuhinya pernikahan berbeda agama.

Jelas, masing-masing agama punya aturan yang berbeda. Termasuk Islam, melarang untuk menikahi orang yang berbeda agama dengan pengecualian wanita dari “ahli kitab” yaitu Kristen dan Yahudi. Walau memang boleh pria Muslim menikahi ahli kitab, boleh, sah, namun tidak lepas dari tanggungjawab kelaurga. Bisa tidak mengajak istri masuk Islam? Ada dua kemungkinan yaitu lemah tidak berdaya atau membenarkan keyakinan agamanya.

Seorang yang sedang jatuh cinta ibaratnya sedang bertumbuh bunga-bunga hasil jalinan, bunga-bunga hasil sesuatu yang membuat hatinya berbunga. Karena cinta adalah bunga jalinan. Begitu juga mencintai seorang yang berbeda agama maka tetap dihukumi sedang menumbuhkan bunga-bunga hati.

Namun ketika bunga itu terpetik oleh sesuatu yang tidak halal seperti mencintai orang yang berbeda agama, apakah pohon bunga harus terpentik juga? Artinya, ketika mencintai ke sesuatu yang tidak halal apakah kita harus mengorbankan diri kita terjerumus dalam keharaman seperti menikahinya atau menikahi sampai berganti agama? Tidak kan? Pohon bunga tetap bertahan dalam prinsip dan akan menumbuhkan bunga yang lain untuk dipetik pada sesuatu yang halal.

Cinta beda agama, sah-sah saja. Yang salah, kenapa sampai tumbuh cinta di hati? Pasti karena pergaulan bebas kan? Jangankan berbeda agama. Sesama agama saja bila cinta pada seseorang yang belum halal maka dianggapnya salah. Salah karena biasanya cinta hasil pergaulan bebas, antara wanita dan pria. Apalagi mencintai seseorang yang berbeda agama maka akan lebih salah lagi karena resikonya besar.

Maka dari itu, ada sebuah tips cinta beda agama namun tetap tidak terjadi pernikahan. Tips ini bagi orang yang sudah terlanjur mencintai seseorang yang berbeda agama. Berikut yang perlu anda perhatikan:

1.    Teguhkan keyakinan untuk anti Pluralisme Agama

Pluralisme agama tema besarnya adalah sama-sama masuk surga ke surga yang sama. Bukan sekedar klaim masuk surga tetapi benar-benar masuk surga.

Intinya begini, orang Islam berkata bahwa orang dari agama lain pun masuk surga dengan sebenarnya surga bersama surga orang Islam juga.

Jadi, benar-benar bahwa ajaran Pluaralisme Agama adalah menyesatkan dan mengaburkan pentingnya beragama.

Biasanya orang yang terkena cinta beda agama sampai menikah karena memiliki keyakinan tentang kesamaan agama-agama. Sampai meyakini bahwa maksud sama adalah sama-sama masuk surga ke tempat yang sama yaitu surga sungguhan bukan klaim surga masing-masing agama.

2.    Pentingkah menikah di saat meyakini bahwa setiap agama berbeda?

Seol menikah, memang ada yang sah, boleh dan halal. Seperti pria Muslim menikahi Ahli Kitab seperti Kristen dan Yahudi. Kalau bicara soal sah, memang sah secara fiqih. Namun kita perlu mikir, menikah dengan sesama muslim juga penuh tanggunghawab. Apabila istri tidak pernah solat maka haram menafkahi istri dan begitu juga sebaliknya. Apalagi si istri berbeda agama? Maka bagaimana?

Kita tidak perlu menuruti hawan nafsu. Bila sudah terlanjur jatuh cinta pada orang yang berbeda agama, biarlah cinta itu dinikmati. Namun, pentingkah untuk menikah?

3.    Lakukan rileksasi pikiran untuk kesiapan menghadapi kenyataan putus cinta

Anda mungkin sedikit terpukul mengenai larangan pernikahan berbeda agama. Namum, senikmat apa sih menikah? Menikah tidak sekedar mencari kenikmatan tetapi mencari keridhoan Tuhan penuh pengorbanan yang sering membuat kita menangis, sedih dan bahagia.

Bila memang kita belum sanggup melepas seseorang yang kita cintai tapi berbeda agama, maka belum sanggup juga dalam menghadapi badai rumah tangga. Karena menghadapi badai rumah tangga lebih besar dari sekedar badai putus cinta.

Maka anda perlu melakukan rileksasi pikiran untuk memberikan nasehat pada pikiran anda bahwa ikhlas lebih penting daripada menuruti apa yang anda pikirkan. Bila pikiran kita fress, tenang dan nyaman maka untuk berhati ikhlas akan mudah. Ikhlas menghadapi kenyataan untuk melepas seorang yang kita cinta namun beda agama.

4.    Terapkan keikhlasan cinta demi melenyapkan cinta pada seseorang yang berbeda agama

Ikhlas mana, antara meninggalkan orang yang kita cintai dengan meninggalkan Tuhan? Pasti ikhlas meninggalkan orang yang kita cintai kan? Mau meninggalkan Tuhan?

Mungkin kita akan berkata, “Tuhan pasti merestui kemauan cinta kita.” Bila memang yang berkata adalah hawa nafsu, maka segala pelanggaran tinggal diucapkan dengan kalimat yang seolah tidak sedang berbuat pelanggaran. Gambang saja berkata-kata namun hakekat salah tetap saja salah.

Sehingga, perlu kita sadari bahwa keikhlasan dalam cinta perlu tertanam dalam hati agar bila tidak terjadi jodoh maka hati sudah siap dengan kenyataanya. Bila memang aturan melarang menikah berbeda agama maka itu sebagai tanda bahwa kita tidak berjodoh dengan orang yang berbeda agama dengan kita. Bila begitu, bagaimana keikhlasan cinta kita?


gambar-gambar cinta

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya