4 Tips Mencegah Cinta Buta - Kata Kata Cinta

Anda pernah mengalami cinta buta? Cinta buta sikapnya seperti orang yang terkena pelet. Mencintai tetapi tidak jelas dan tidak sadar apa yang dicintai namun tidak mau kehilangan seseorang yang dicintainya. Jadi cinta buta seperti menghilangkan kesadaran dibagian otak sebelah. Biasanya otak yang berperan penting dalam cinta buta adalah otak kanan. Otak kanan yang tidak mampu diseimbangkan dengan logika-logika otak kiri.


Seseorang yang memiliki rasa cinta buta memang hal yang wajar. Tidak perlu aneh. Karena manusia bisa memiliki cinta buta bila memang unsur alam bawah sadar sangat menguasai kesadaran. Namun resiko yang perlu dihadapi adalah tentu akan datang keburukan-keburukan tanpa disadarinya. Sadar memang tapi tidak diperhatikan. Baru sadar bila yang dicintainya lenyap dari kehidupannya atau tidak memiliki cinta lagi padanya.

Untuk itu, sebelum datang cinta buta dalam diri anda karena memang anda pun tidak mau cinta buta itu datang maka perlu pencegahan. Berikut adalah tips mencegah agar cinta buta tidak datang pada diri anda:

1. Memahami sifat anda sendiri terhadap pemberian dari lawan jenis

Pahami dulu, sikap anda seperti apa ketika berhadapan dengan lawan jenis. Bila sifat anda suka dipuji sampai terlalu girang, maka jangan mencari kriteria lawan jenis yang obral pujian. Karena pasti akan membuat anda terbang-melayang melulu karena sering dipuji. Padahal maksud sebenarnya memuji anda adalah agar anda terpikat bukan sesungguhnya memuji.

Carilah lawan jenis yang memuji anda dengan ukuran yang standar. Tidak mengobral pujian pada anda. Tujuannya adalah agar tercegah dari cinta buta.

2. Sebelum tertarik secara biologis maka lebih baik tertarik pada kriteria-kriteria kekasih yang anda inginkan

Banyak orang terpesona saat pandangan pertama pada seseorang yang dilihatnya. Orang yang seperti ini mengalami reaksi biologis. Maka bila anda mengalami reaksi biologis seperti ini lebih baik anda abaikan saja. Karena berpotensi mengalami cinta buta.

Lebih baik anda mengorek-orek bagaimana sifat seseorang yang membuat anda tertarik. Pastinya anda sudah mempunyai kriteria seseorang yang akan dijadikan kekasih. Bila memang anda belum punya kriteria maka bisa berpotensi menimbulkan cinta buta. Yang jeias, kriteria yang dimaksud adalah lebih dari sekedar fisik.

Bila memang kriteria ada pada si target, maka bisa lanjutkan. Bila memang tidak ada, tidak perlu dilanjutkan.

3. Hindari obrolan yang sering bernuansa perasaan

Biasanya terjadi pada seseorang yang sudah mengalami pacaran. Kalau dalam pacaran, rata-rata seseorang memiliki cinta buta. Karena cinta buta yang akan dihasilkan adalah mengarah pada pelanggaran pergaulan. Seperti larut dalam kemesraan layaknya suami-istri. Jelas, ini cinta buta. Buta dari aturan main. Padahal, pacaran hanyalah proses pengenalan sifat dengan lebih dekat. Namun yang terjadi di luar batas pengenalan.

Awal dari timbulnya pelanggaran pergaulan karena memang saling memberikan sesuatu yang bernuansa perasaan. Seperti rayuan, pujian, kata-kata yang indah dan lain sebagainya. Dan memang, obrolan yang bernuansa perasaan diajarkan sebagai trik membuat seseorang jatuh cinta dan mau menjadi pacarnya. Sehingga wajar bila cinta buta ada di dalam pacaran.

Bagaimana bila obrolan yang bernuansa perasaan terjadi pada sepasang kekasih sah? Justru malah dianjurkan. Bila memang larut dalam nuansa kemesraan sampai terjadi klimaks hubungan tentu wajar karena memang sudah selayaknya sebagai suami-istri. Bukan dikatakan cinta buta.

Cinta buta adalah mengabaikan aturan yang ada karena larut menikmati sesuatu sampai lupa segalanya.

4. Memperhatikan kepentingan anda mendekati lawan jenis

Karena coba-coba mendekati lawan jenis sampai larut cinta, akhirnya cinta menjadi buta. Inilah rata-rata orang yang mengalami cinta buta.

Masih remaja sudah berani berdekatan dengan lawan jenis sebagai usaha memikatnya agar bisa dijadikan pacar. Bila bertanya dalam hati yang tulus, apa sih kepentingan remaja dalam mendekati lawan jenis? Umumnya memang karena mau coba-coba agar tidak dikatakan kuper, kuno, tidak normal dan sebagainya.

Perhatikan kepentingan anda mendekati lawan jenis. Bila memang kepentingan anda dalam mendekati lawan jenis karena memang untuk pernikahan, tentu juga perhatikan lagi point ke-2 dan ke-3 agar tidak terjadi cinta buta.

Memang tujuannya sih untuk pernikahan namun diawali dengan aktifitas ikatan pacaran. Jadi mencoba-coba dulu dengan pacaran. Bila rasanya enak maka terjadi pernikahan. Maka ini tidak benar-benar memperhatikan kepentingan untuk pernikahan.

Kalau sekedar untuk berteman, pastinya tidak ada perasaan spesial pada salah satu lawan jenis kan? Kalau niat anda berteman namun sebagai trik sembunyi ingin memikat hati si lawan jenis tentu sudah tidak ada niat berteman lagi.

gambar-gambar cinta

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya