Mengatasi Cinta Pertama Masa Remaja - Kata Kata Cinta

Cinta pertama adalah nafsu biologis pertama yang mengarah pada kesempurnaan seksual seseorang. Karena memang, rata-rata orang yang mengalami cinta pertama setelah memasuki usia puber. Hal ini ditandai rasa ketertarikan pada fisik lawan jenis. Namun ada lawan jenis khusus yang mendapatkan perhatian khusus dari seseorang sehingga dianggap cinta pertama.

Cinta Pertama 7

Cinta pertama seharusnya tidak ditanggapi serius karena ini sebagai tanda bahwa kita yang mengalaminya dianggap normal. Karena cinta pertama adalah awal ketertarikan pada lawan jenis. Jadi masih bersifat luapan nafsu syahwat manusia. Ketika nafsu terpenuhi dengan terjadi ikatan pacaran, dapat dipastikan rasa penasaran ingin berciuman dan lebih dari itu akan besar. Resiko memang bisa ditanggung sendiri, oke!

Cinta pertama tidak harus menimbulkan perasaan yang menggebu-gebu. Tergantung tingkat kedekatan dengan lawan jenis. Bila memang dari awal sudah terjalin dekat dengan lawan jenis maka bisa menghasilkan reaksi perasaan tertarik yang besar pada lawan jenis yang di maksud. Karena memang sudah biasa terjalin komunikasi yang dekat sehingga membuat daya tarik lawan jenis begitu kuat.

Bila memang jarang bertemu dengan lawan jenis, bisa saja tidak merasakan perasaan tertarik pada lawan jenis secara khusus. Namun, ketika melihat lawan jenis yang dianggapnya menarik, maka akan mentimbulkan reaksi perasaan tertarik pada lawan jenis secara khusus. Tetap tidak sampai mengalami perasaan yang menggebu-begu kecuali kasus yang jarang terjadi.

Lalu bagaimana mengatasi cinta pertama yang sudah hadir di saat remaja belum saatnya pacaran namun tidak sanggup untuk memendam perasaan?

1.    Sadari bahwa cinta pertama sebagai tanpa bahwa kita memiliki kondisi yang normal

Entah pria dan wanita, saat masuk dalam umur puber maka akan mengalami reaksi perasaan tertarik pada lawan jenis. Kalau pria, reaksi perasaan dilengkapi juga dengan reaksi alat kelamin. Yang lebih ditonjolkan pria adalah nafsu seksnya karena memang ketertarikannya membuat alat kelaminnnya bereaksi. Hal ini normal dan seharusnya begini.

Sehingga para remaja perlu sadar bahwa cinta pertama menandakan bahwa mereka adalah manusia normal. Perlu menyadari ini agar mereka perlu menjaga alat kelaminnya. Mereka tidak perlu mengelak bahwa alat kelamin menjadi hal penting ketika muncul cinta pertama. Kenapa? Begini...

Ketika masa remaja memiliki perasaan yang menggebu-gebu ingin menjalin percintaan dengan lawan jenis, maka tingkat penasaran yang dialaminya besar. Penasaran dalam hal apa? Ketika berbicara pacaran dengan lawan jenis, yang selalu dipikirkan adalah pikiran sex. Sehingga, daya penasaran tentang sex begitu besar. Hasilnya, yang terjadi adalah pemenuhan nafsu sex seperti pegang tangan, ciuman, bahkan ada yang sudah hubungan badan.

Okelah bila remaja wanita berkata bahwa wanita bisa menjaga hubungan dengan nuansa perasaan dan obrolan saja tanpa nafsu. Setidaknya, hanya pegangan tangan yang sering dilakukan. Namun tidak untuk remaja pria. Karena bila pria sudah berdekatan dengan intim, reaksi alat kelamin bisa terasa dan berkeinginan terpenuhi. Maka yang menjadi peran utama dalam aktifitas pemenuhan sex adalah pria. Otomatis bila si wanita sudah tidak berdaya perasaannya, sudah cinta, rela berkorban, si pria tinggal pilih, “mau memanfaatkan atau tidak”.

Entah remaja pria atau wanita, perlu sadar diri bahwa cinta pertama yang datang adalah awal aktifnya nafsu biologis alias kesempuraan nafsu biologis. Bila masih pertama, daya penasaran begitu besar. Jadi, perlu menjaga diri dalam hal ini.

2.    Katakan cinta saja tanpa pacaran

Cinta pertama datang ketika sudah memasuki usia puber. Biasanya memiliki rasa penasaran yang besar pada lawan jenis. Untuk masuk dalam pemenuhan rasa penasaran maka akan menjalin pacaran. Padahal, umur remaja belum saatnya menjalin pacaran. Banyak orang, khususnya orang tua malah merestui pacaran. Padahal, hakekat pacaran adalah untuk perkenalan sebelum menjalin pernikahan. Pertanyaannya, sudah mau menikah kah anak usia remaja?

Lalu bagaimana bila cinta sudah terlanjur datang di hati ketika masih remaja?

Tentu, apa susahnya kita bilang kepada dia bahwa kita memiliki rasa cinta. Kita tidak perlu membebani diri sendiri dengan memendam cinta yang besar. Kita bisa menjadlin komunikasi serius sekedar untuk ungkapkan cinta. Setelah kita mengungkapkan pada sang target, selesai, tidak perlu dilanjutkan dengan pertanyaan “Apakah mau menjadi pacarku?”

Karena bila kita sudah mengungkapkan rasa cinta maka segala pemberian yang kita berikan tidak menimbulkan tanda-tanya dalam pikiran si target. Si target akan memiliki pikiran bahwa segala yang kita berikan karena memang kita memiliki rasa cinta padanya.

Bila memang kita terbukti setia terus-menerus dalam mencintai dan tidak memiliki pacar lain kecuali harapan pada si target, maka pada saatnya nanti ketika sudah pantas pacaran akan memilih kita dengan ketulusan cinta.

3.    Menjalin pertemanan yang tulus

Coba, ketika tidak berbicara nafsu, apa enaknya pacaran? Pacaran sama dengan aktifitas pengurangan uang. Bila begitu, apa yang akan anda dapatkan ketika menjalani pacaran? Perasaan bahagia kah? Perasaan bebas kah? Perasaan bagaimana? Secara logika, pacaran yang tidak dilengkapi aktifitas nafsu, maka hanya obrolan. Ngobrol hanya pada satu orang saja, apa enaknya? Bila memang mau seru-seruan, kan lebih enak pada banyak teman.

Oke lah anda hanya pacaran tanpa menghabiskan uang dan tanpa aktifitas nafsu. Pertanyaan pentingnya adalah, apa enaknya?

Jadi, cukuplah menjalin pertemanan dengan tulus pada lawan jenis. Tunjukkan rasa cinta hanya sebagai teman. Bila berhasrat untuk pacaran maka ada dua kemungkinan, ingin coba-coba atau ingin bermain nafsu.

Walau pertemanan dengan lawan jenis dianggap tidak benar menurut sebagian kalangan bila terjadi obrolan yang tidak ada manfaatnya, terjadi dua-duaan, mengumbar nafsu, namun setidaknya terhindar dari aktifitas pacaran.

Sadari bahwa menjalin pertemanan lebih kuat dalam menjaga keamanan alat kelamin daripada menjalin pacaran. Karena sudah banyak orang yang alat kelaminnya berbuat onar atau menjadi rusak alias tidak perawan dengan cara koyol.

gambar-gambar cinta

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya