10 Cerpen Cinta 100 Kata Romantis


Apakah kamu menyukai cerpen cinta yang penuh dengan kata kata cinta romantis? Bila mau jujur, kebanyakan orang menyukai kata kata cinta yang tertuang dalam cerita, baik novel atau cerpen. Mengapa? Cinta bagaikan makanan ringan gurih dan nikmat sehingga cerita yang berbau cinta akan diburu banyak orang. Maka dari itu, cerpen cinta banyak di dicari, khususnya para remaja.


Di sini, aku akan memberikan cerpen cinta yan memiliki total kata sekitar 100 kata. Bila seperti itu, bisa jadi bukan dikatakan cerpen cinta melainkan cermin cinta alias cerita mini. Tetapi, demi menyesuaikan dengan pandangan umum bahwa cerita pendek merupakan bentuk cerpen, cerita 100 kata menamakan diri dengan sebutan cerpen, terkhusus cerpen cinta.

Cerpen cinta romantis yang akan dihadirkan dalam blog ini sudah ditulis sejak tahun kira-kira 2010-2011. Aku membuatnya dengan singkat, sekitar 100 kata dan memang pas sekitar 100 kata. Pada tahun itu, aku sedang rajin menulis cerpen cinta dan puisi. Pada waktu itu juga, aku belum memiliki keahlian dalam penulisan artikel khas blog. Fokus penulisan cerpen cinta merupakan langkah yang terbaik. Namun pada akhirnya, di tahun sekarang, aku mengabaikan aktifitas menulis cerpen cinta. Aku mengaktifkan diri dalam penulisan artikel biasa yakni di blog.

Aku menyengajakan membuat cerpen cinta dengan total 100 kata untuk kemudahan dalam pembuatan cerpen cinta yang sesungguhnya yakni sekitar 1000 kata. Memang, menulis fiksi tidak semudah dalam menulis artikel blog. Ada unsur emosi yang memaksaku untuk berlelah-lelahan dalam penulisan cerpen khususnya cerpen cinta. Jalan menulis menyingkat kata yakni 100 kata merupakan solusi bagus untuk memudahkan dalam pengembangkan cerpen cinta menjadi 1000-2000 kata.

Apa yang aku lakukan atas 100 kata cerpen cinta yang sudah jadi? Ada sebagian cerpen cinta yang sudah dikembangkan menjadi lebih banyak kata yakni minimal 1000 kata. Apa saja cerpen-cerpen yang sudah dikembangkan? Ikuti cerita cerita cerpen cinta romantis 100 kata dan penjelasannya di bawah.

Pacaran Bertepuk Sebelah Permintaan

Dua sahabat akhirnya duduk di bangku panjang setelah salah satu sahabat, Ani, menunggu kehadiaran sahabatnya, Ari. Mereka saling berbincang penuh keakraban.

“…Cinta? Kata Ani bertanya keheranan.

“Iya, cinta. Kenapa aku mencintaimu? Aku heran.”

“Kenapa mesti membahas cinta? Pembahasan itu menghimpit kehidupanku. Dimana-mana selalu berkisar cinta. Lantas, apa yang akan kamu beri untukku dengan cintamu?”

Ari merasa tidak enak membahas cinta. Tapi, ia memaksakan pula.

“Maukah kau menjadi pacarku?”

“Kenapa cinta mesti meminta pacar padaku? Aku tak mau mengasihi cinta.”

Akhirnya, ending cerita ini tak menarik untuk dibahas. Ari merasa kecewa. Ani pun merasa canggung. Cerita ini bubar! Cerita mereka membekas.

PENJELASAN

Seperti yang sudah lumrah, umum, seseorang yang sudah jatuh cinta lantas akan mengungkapkan permintaan sebagai pacar. Kenikmatan pacar seperti apa sih kalau diharapkan? Kepentingannya apa? Sampai batas kapan bila belum berniat menikah? Bisa saja, orang tidak mengharapkan dengan mengatasnamakan ketulusan cinta. Katakanlah A memiliki cinta pada si B tetapi tidak mengharapkan pacar. Tetapi bagaimana dengan orang lain, katakanlah si C, yang bersaing dengan orang si A? Di sinilah kekhawatiran si A sehingga ketulusannya bisa terusik. Lantas, bagaimana rasa hati si A bila si B direbut si C? Namun pertanyaannya adalah apa kepentingan memperhatikan rasa akibat direbut?

Dalam cerpen cinta patah hati di atas, si Ani menolak permintaan Ari seolah sebagai tanda kebosanan dengan dunia cinta yang mengharuskan ada aktifitas berpacaran. Si Ani mempertanyakan, “Kenapa cinta mesti meminta pacar?” Bila dihayati, apa kepentingan mengikat sebagai pacar ketika jatuh cinta? Memang permainan dan asyik-asyikan itulah yang dicari. Tetapi, banyak juga yang tidak asyik berpacaran.

Buah Cinta

Salah satu anak memikirkan perkataan guru SD-nya di sekolah. Dalam rumah, ia memandangi ibunya. Si anak berniat bertanya pada ibunya.

“Mah, katanya manusia ciptaan Tuhan?”

“Betul, Nak?”

“Aku juga?”

“Ya?”

Anak itu mengerutkan kening dan menggigit bibir bawahnya.

“Mah, ade kecil Tante lahir, tapi kok dari perut Tante? Apa Tante itu Tuhan?”

“Tante bukan Tuhan! Tidak baik berkata seperti itu!”

Anak itu semakin menjadi-jadi, menyerang dengan pertanyaan.

“Kalau Tante bukan Tuhan, kenapa ade kecil lahir dari Tante?”

Ibunya tersentak kaget, “Kenapa tanya itu?! Tuhan memberi jalan keluar untuk Tante agar bisa ngeluarin adik kecil.”

“Aku makin gak ngerti.”

“Sudah diam!”

PENJELASAN

Sebenarnya, itu bukan cerpen cinta. Tetapi, demi menggenapkan menjadi 10, dipaksakan sebagai cerpen tema cinta. Itu hanya cerpen yang membahas soal buah cinta alias anak. Bukankah anak adalah hasil hubungan suami-istri? Lantas seorang anak yang sudah bisa berbicara mempertanyakan kehadiran anak. Ia diberi tahu orang tuanya persoalan manusia yang diciptakan Tuhan. Dengan pintar, si anak membandingkan dengan seorang ibu yang melahirkan anak lalu bertanya, “Kalau Tante bukan Tuhan, kenapa ade kecil lahir dari Tante?”

Sebagai orang tua, hal itu membingungkan. Bagaimana menjawab pertanyaan,”Kenapa ade kecil lahir dari Tante?” Rata-rata orang tua tidak bisa menjawabnya di tengah kondisi pikiran si anak yang sedang aktif berjalan. Seorang ibu hanya memberikan jawaban, “Tuhan memberi jalan keluar untuk Tante agar bisa ngeluarin adik kecil.” Padahal, jawaban itu tidak sesuai standar anak-anak. Kalau anak menjadi bingung, jelas.

Mata Memandang Cinta

Sosok lelaki terlihat aneh di tiap pagi. Di tempat kontrakannya, ia selalu menatap ke segala arah dengan diamnya yang mencurigakan. Gila! Anak gadisku sampai merasa jatuh hati karena tatapannya. Akhirnya, ia menjadi sakit. Aku makin tidak tahan.

Aku mendatangi rumah sosok lelaki saat memulai kebiasaannya.

“Hei berengsek! Apa yang kau lakukan dengan tatapanmu?!” bentakku.

“Maaf, apa tidak ada komunikasi yang baik?”

“Biadab! Tiap pagi kau menatap lingkungan. Apa kau sedang melatih sihir?!”

“Aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya memandangi alam. Aku melihat luas pemandangan untuk melatih kepedulianku pada semuanya.”

Aku terdiam. Aku terkulai lemas. Aku hanya fokus melihat satu pandangan:bodoh.

PENJELASAN

Dalam cerpen cinta ini menjelaskan bahwa pandangan mata bisa menghadirkan kecintaan pada orang yang yang memperlihatkan pandangannya? Ada sebuah dugaan bahwa wajah memiliki daya terik kecintaan, salah satunya mata. Selain wajah, daya tarik nafsu. Ketika seseorang memiliki cinta, memandang wajah orang yang dicintai memiliki kenikmatan tersendiri daripada yang lain.

Sosok dalam cerpen cinta adalah lelaki yang sudah membiasakan diri memperhatikan kondisi alam, dalam hal ini hijau-hijauan dan aktifitas sosial. Di dalam aktifitasnya, ada sosok wanita yang diam-diam menatapnya. Ia tertarik dengan sikap misteriusnya. Ketertarikannya bisa karena faktor pandangannya.

Mengapa sampai sakit? Karena ada faktor cinta terpendam. Karena kondisinya seperti itu, seorang ayah tidak terima anaknya diperlakukan oleh sikap aneh sosok lelaki. Padahal, sosok lelaki hanya menikmati dirinya sendiri tanpa tahu ada sosok wanita yang merasa terpikat.

Dalam pergaulan, penting sekali untuk mengadakan klarifikasi sebelum emosi. Tetapi tidak ada emosi diakhir. Emosi manusia selalu hadiri di awal. Orang tua si anak gadis sudah emosi, berburuk sangka. Tanpa diawali obrolan, ia memarahi sosok lelaki.

Cerpen cinta 100 kata ini sudah diperpanjang menjadi lebih dari 1000 kata dengan judul “Lelaki Berjubah Hitam.”

Kepribadian Cinta

Aku merasakan yang kamu rasakan. Dulu, kamu selalu mengeluh tentang keadaanmu yang tak mampu. Pikiranmu selalu berkisar pada lingkunganmu. Kamu diam dalam realitamu, enggan mencoba realita pikiran yang berbeda. Aku merasakan yang kau rasakan, tapi tidak seperti yang kamu pikirkan.

Lantas, apakah pikiranku hanya genangan air bertahun-tahun sampai terlihat keruh? Tak seperti itu. Pikiran adalah air-mengalir yang terus mencari celah untuk memenuhi hasrat kebebasannya. Berhari-hari aku merenungkan demi mencari ide pencerahan. Dan, tiba saatnya menemukan sesuatu yang aku pikiran: menjadi penulis ternama dan mendirikan pelatihan penulisan.

“Kau hebat, tapi aku tidak!” katamu.

“Pilihanmu,” jelasku.

“Tapi aku memilih kepribadianmu.”

Aku tersenyum.

PENJELASAN

Kepribadian yang menarik adalah salah satu daya tarik seseorang. Bila tidak kaya, tidak ganteng, tidak populer dan tidak perkasa, seseorang cukup memiliki kepribadian. Nah, di sini kepribadian yang di maksud adalah kepribadian milik seorang cowok. Cewek tidak memandang apapun kecuali kepribadian yang menarik bila sudah merasa jatuh cinta. Daya tarik inilah yang paling kuat mempengaruhi cewek.

Dalam cerpen cinta 100 kata, seorang cowok sedang menceritakan kemajuan dirinya pada seorang cewek di saat mereka bernasib yang sama pada awalnya. Jalan lain mengarahkan seorang cowok untuk sukses melebihi sang cewek. Karena itulah, si cewek merasa kagum dan mencoba untuk berkata jujur mengenai ketertarikannya. Seorang cewek ingin memilih si cowok atas dasar kepribadiannya.

Menghirup Udara Cinta

“Sayang, alam tercipta dari ide yang maha dahsyat!”

“Dan ide itu berkeliaran dimana-mana.”

“Betul sekali, Yang. Orang-orang mencari ide, lalu mengatakan, ‘sulit mendapatkan dan mengembangkan ide’.”

“Biarkan saja mereka begitu. Bagiku obrolan ini pun tengah memunculkan ide sendiri.”

“Apa itu, Say?”

“Obrolan ide cinta, Yang.”

“Apa itu ide cinta? Sederhana banget.”

“Nah, itulah mengapa orang tidak mampu mendapat dan mengembangan ide, salah satunya menutup pikiran mereka sendiri.”

Olivia tidak berhasil menangkap ide. Padahal ia memulai dalam pembahasan ide. Aku hanya tertawa kecil melihatnya tersipu malu akibat tidak bisa menangkap ide.

“Ide ibarat udara, hirup saja secintamu,” kataku sembari mencium rambutnya.

Cermin Cinta

Aku melihat Silfi tersenyum-senyum sendirian ketika melihat dirinya di cermin. Akhir-akhir ini, dia rajin bercermin. Tiap melewati jendela kaca rumah, ia selalu berpose ria. Jendela kaca rumahku selalu jadi langganannya untuk berkaca. Memang, ia bisa dikatakan cantik, berkulit putih, berwajah mulus tanpa jerawat. Tapi yang jadi masalah, ia bukan tipe cewe yang gemar ngaca dari dulu.

“Aku makin cinta, Fi. Tapi, Aku bingung sama kamu.”

“Kenapa?”

“Kamu sering sekali ngaca! Ampe bosen aku ngeliatnya.”

“Bukankah kita harus rajin ngaca diri pada kehidupan?”

“Baiklah” kataku.

Tidak sengaja, aku melihat tas Silfi terbuka. Aku kaget menemukan foto seorang dokter kecantikan dalam tasnya.

Selingkuh Cinta

Aku merasa iba melihat Nada sakit. Kenapa mesti karena aku, ia sakit? Sekarang ia sedang tidak mampu menembang lagu kesayangannya tiap kali berjumpa. Kenapa mesti karena aku? Aku hanya mengatakan takdir bisa memisahkan kita.

“...Itu yang membuatku sakit. Kenapa perpisahan mesti dibahas? Dan Mas pergi seakan membuktikan bila Mas akan berpisah denganku.”

“Aku pergi ke Bandung untuk membeli cincin tunangan, Sayang.”

Nada terkejut. “Mas, benarkah Mas?!”

“Benar.”

“Oooooh.” Ia memelukku erat.

“Tapi, sama siapa pergi?” lanjutnya.

Aku tak bisa menjelaskan yang sebenarnya, kalau aku pergi bersama selingkuhanku.

“Sama siapa, Mas?”

“Ee, sama Anto.”

“Oh...”

“Maafkan aku, Nada,” kataku dalam hati.

Kado Cinta

“Tolong berikan kado ini pada Leli. Bilang, ini dariku. Bilang juga, mohon maaf atas ketidakhadiranku pada acara ulang tahunnya.”

“Baiklah. Kau istirahat saja. Biar kau cepat sembuh.”

“Aku ingin sekali ke situ, tapi tak berdaya, ragaku sakit.”

“Sudahlah. Dia pasti mengerti.”

***

Acara ulang tahun sangat meriah. Mereka menunjukkan wajah bahagia. Tetapi Leli masih saja tak bahagia sampai akhir acara.

“Sudah lah, Lel. Ayolah bahagia...”

“Aku memikirkan Keis.”

“Dia sakit, Lel. Ini hadiah dariku,” Rohwan memberikan kado yang sebetulnya kado titipan Keis.

Andai ending ini menampakkan masalah, pasti diakhiri perkelahian antara Keis dan Umar. Tapi sayang, ending ini terasa dingin.

Cinta Beda Agama

“Say, rambutmu wangi.” Mencium rambutnya, seakan aku ingin segera menikahinya.

“Habis dari salon, Yang.” Ia membalikkan pandangan ke belakang, ke arahku.

“Say, aku sudah siap menikah.”

“Itu harapkanku. Tapi kita beda agama, Yang.”

Aku menelan ludah saat ia mengucapkan masalah beda agama ditengah gelora cinta. Aku tidak bisa apa-apa bila sudah mengatasnamakan agama. Cintaku memang harus mengalah. Lagipula kapan aku menuruti agama? Selama berhubungan cinta, aku selalu melupakan agama. Sekarang giliran cinta yang aku lupakan.

“Say, bolehkah aku mencium rambutmu walau berbeda agama?”

“Boleh kok, Yang. Tetapi, mencium itu dilarang agama.”

“Walau cinta seagama, banyak juga cinta yang melupakan agama.”

Cinta Berlogika Beku

Aku sangat senang Arman cinta padaku. Seakan menghembuskan ektasi dalam ragaku. Yang membuat aku sadar atau tidak sadar. Aku paling senang waktu ia katakan “Cintaku menjaga jantungmu”. Penuh keromantisan ia berikan padaku. Aku senang. Sampai tak ada bayangan lain yang indah dibanding percintaanku dengannya. Cintaku membekukan logika. Padahal dia bukan tipeku. Ia hanya seorang perantau yang bernasib buruk hidup di ibukota. Ia masih menganggur; di pecat karena selalu telat kerja.

“Makanya jangan begadang melulu.” Kataku waktu itu.

“Malamku memikirkanmu.”

Kita menjadi sepasang kekasih yang menerima apa adanya. Tapi cinta membekukan logikaku. Sampai aku tak sadar, kalau aku merelakan keperawananku.