Dapatkan Cerita Fiksi Dan Non Fiksi Cinta
Menarik Dan Banyak Manfaat
Hanya di Bukubercerita.com

Apa Itu Cinta? Stt... Ini Fiksi


Apa itu cinta? Aku sendiri sudah membahas pengertian alias definisi cinta. Lalu mengap membahas seputar pengertian ini lagi? Lah, aku hanya membahas “Apa itu cinta?” Pembahasan ini jauh lebih dari sekedar pengertian cinta. Karena sudah membahas pengertian sesuai selera aku sendiri, aku tidak membahas lagi. Pembahasan seputar cinta akan lebih mengembangkan dari lingkun cinta itu sendiri.


Lalu, kenapa ada istilah fiksi dalam pembahasan ini? pertama-tama, aku teringat orang yang berkata, “Kitab Suci Itu Fiksi.” Ada yang berpendapat bahwa pendapat itu sesuai pengetahuan yang ia ketahui. Ada yang berpendapat, ketika ia belum bisa mengucapkan spesifikasi kitab suci fiksi sesuai pengetahuannya, ia sudah menganggap atau menyimpulkan bahwa semua kitab suci memang fiksi. Keduanya berpendapat benar. Tetapi, keduanya belum mencapai klimaks karena natijah atau kesimpulan sebenarnya belum dilontarkan oleh orang yang menganggap kitab suci sebagai fiksi. Harusnya, ia mengucapkan natijah alias kesimpulan. Tetapi, kesimpulan itulah yang “ditakuti” si pelontar “kitab suci itu fiksi”.

Bila makna “kitab suci fiksi” tidak bisa dispesifikasi (entah karena takut, private ataulainnya), pendapatnya dianggap untuk general, keumuman, seluruh kitab suci. Hal itu berangkat dari “kitab suci”. Berapa banyak kitab suci? Ia seperti berkata, “manusia itu fiksi karena makhluk yang suka imajinatif: sesuatu yang tidak ada, menjadi ada.” Berapa jenis manusia? Hal itu karena tidak bisa dijelaskan makna spesifiknya: apa dan makna dan mana kitab suci sebagai fiksi?

Secara kajian bahasa, ia mengucapkan dengan kacau persoalan defisinsi fiksi. Fiksi dan fiktif memang satu-kesatuan. Perbedaan itu hanya terletak dalam status: fiksi lebih ke kata benda sedangkan fiktif lebih ke kata sifat. Kalau ingin mengartikan fiksi sebagai upaya mengaktifkan imajinasi, seharusnya ia memakai kata inspirasi, inovasi, imajinatif atau lainnya. Ada banyak kosakata yang bisa mendukung pemikirannya soal kitab suci daripada fiksi. Ia malah menyalahkan bahasa Indonesia yang kurang.

Lalu bagaimana pembahasan “apa itu cinta” bila dikaitkan dengan fiksi? Sebelumnya, kita harus sepakat bahwa cinta dan orang itu hal yang berbeda. Bila memberi status fiksi, dimana kah yang harus kamu letakkan? Jangan sampai kata fiksi diletakkan seperti yang diungkapkan yang katanya “pakar filsafat” yakni fiksi diletakkan di dalam kitab suci. Apakah nya nyambung? Maka, kamu harus memberi status fiksi pada kata cinta bukan pada orang.

Apa itu cinta? Apakah cinta itu fiksi? Hal ini pun perlu dijelaskan, diluruskan. Cinta bukan fiksi bila mengambil istilah bahasa Indonesia. Tetapi, bila mempertanyakan, bagaimana kah bentuk, wujud cinta? Nah, bila mengaitkan dengan bentuk, cinta dianggap fiksi alias hasil karangan. Mengapa? Bentuk cinta direkayasa dengan gambar bulatan seperti buah apel. Banyak bentuk gambar cinta yang menandakan kondisi seseorang. Bila gambar cinta retak, itu menandakan sedang padah hati. Bila gambar cinta tertusuk anak panah, itu menandakan sedang jatuh cinta. Tetapi, itu bukan bentuk cinta. Jadi, cinta hanya bisa dirasakan.

Apa itu cinta bila membahas perasaan atau sesuatu dirasa? Apakah perasaan cinta dianggap fiksi? Seharusnya, pembahasan ini bukan persoalan fiksi melainkan fiktif. Sifat harus bersanding dengan sifat juga. Jadi, cinta harus bersanding dengan fiktif. Tetapi, cinta bukan dianggap fiktif. Cinta adalah himpunan dari sebuah berbagai perasaan: sedih, gelisah, rindu, marah, cemburu dan sebagainya. Bila cinta dianggap fiktif, bagaimana dengan jenis perasaan lainnya? Artinya, walaupun cinta berbentuk fiksi alias hasil rekaan, sifat atau perasaan dari cinta bukan dalam kadar fiktif. Perasaan salah satu inti yang ada dalam tubuh manusia. Perasaan terletak dalam jantung. Nah, mungkin bentuk fiksi cinta terinspirasi dari bentuk jantung.

Jadi, apa itu cinta ketika sudah jelas masalah fiksi dan fiktifnya?

Cinta Itu Kebahagiaan

Kalau cinta bukan kebahagiaan, lalu kenapa kamu bahagia bila berdekatan orang yang dicintai? Apa bentuk bahagia? Banyak bahkan semua orang tidak mengetahui bentuk bahagia. Bentuk bahagia hanya diketahui sesuai sikap. Tetapi, sikap yang ditunjukkan tidak menjamin bentuk bahagia. Lalu bagaimana? Bahagia bisa dilihat dari reaksi hormonal. Orang yang selalu bahagia adalah orang yang memproduksi hormon tertentu. Aku kurang tahu mengenai nama hormonnya.

Cinta Itu Kesedihan

Ada banyak orang yang menjalin hubungan cinta membuahkan air mata. Kamu tidak bisa membantah hal ini. Tetapi, fakta kebanyakan orang membuahkan air mata bila berurudan dengan cinta. Apakah kamu termasuk salah satunya? Kamu tidak perlu menyangkal karena malu mengakui kenyataan. Yang jelas, cinta berbuah kesedihan tidak bisa dibantah dengan logika manapun.

Seperti rasa bahagia, kesedihan pun tidak bisa dilihat bentuknya. Kamu hanya bisa melihat hal ini hanya reaksinya saja.

Cinta Itu Kecemburuan

Apakah kamu tidak pernah merasakan cemburu bila sudah kemasukan cinta pada orang tertentu? Bila tidak pernah, hati kamu perlu diperiksa terlebih dahulu. Bagaimana bisa tidak pernah cemburu ketika memiliki cinta? Harusnya orang yang memiliki cinta ada rasa cemburu walaupun rasa ini tidak bisa dibuat-buat. Tetapi pada intinya, cinta itu adalah kecemburuan.


Channel Percintaan Harmonis Gayatri Milik Guruku